TOLERANSI
A. Pendahuluan
Toleransi dalam bahasa Arab as-samahah, adalah konsep modern untuk menggambarkan sikap saling menghormati dan saling bekerjasama di antara kelompok-kelompok masyarakat yang berbeda baik secara etnis, bahasa, budaya, politik, maupun agama. Toleransi, karena itu, merupakan konsep agung dan mulia yang sepenuhnya menjadi bagian organik dari ajaran agama-agama, termasuk agama Islam.
Dalam konteks toleransi antar-umat beragama, Islam memiliki konsep yang jelas. “Tidak ada paksaan dalam agama” , “Bagi kalian agama kalian, dan bagi kami agama kami” adalah contoh populer dari toleransi dalam Islam. Selain ayat-ayat itu, banyak ayat lain yang tersebar di berbagai Surah. Juga sejumlah hadis dan praktik toleransi dalam sejarah Islam. Fakta-fakta historis itu menunjukkan bahwa masalah toleransi dalam Islam bukanlah konsep asing. Toleransi adalah bagian integral dari Islam itu sendiri yang detail-detailnya kemudian dirumuskan oleh para ulama dalam karya-karya tafsir mereka. Kemudian rumusan-rumusan ini disempurnakan oleh para ulama dengan pengayaan-pengayaan baru sehingga akhirnya menjadi praktik kesejarahan dalam masyarakat Islam.
Menurut ajaran Islam, toleransi bukan saja terhadap sesama manusia, tetapi juga terhadap alam semesta, binatang, dan lingkungan hidup. Dengan makna toleransi yang luas semacam ini, maka toleransi antar-umat beragama dalam Islam memperoleh perhatian penting dan serius. Apalagi toleransi beragama adalah masalah yang menyangkut eksistensi keyakinan manusia terhadap Allah. Ia begitu sensitif, primordial, dan mudah membakar konflik sehingga menyedot perhatian besar dari Islam. Makalah berikut akan mengulas pandangan Islam tentang toleransi. Ulasan ini dilakukan baik pada tingkat paradigma, doktrin, teori maupun praktik toleransi dalam kehidupan manusia.
B. Toleransi Dalam Islam
Surat Al-Kafiru ayat 6
”Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku"
Maksud ayat di atas ialah masing-masing individu bebas melaksanakan ajaran agama yag diyakini. Masing-masing harus dapat saling menghormati hak-haknya.
Surat Al-An’am ayat 108
”Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.”
Masing-masing penganut agama mempercayai bahwa agama yang dianutnya lah yang paling baik dan benar. Dalam islam tentu saja diperbolehkan karena tidak ada paksaan dalam islam karena itu merupakan hak bagi masing-masing pemeluk agama dan juga sudah banyak terdapat dalam firman Allah swt.
Toleransi memang diwajibkan dalam agama islam tetapi bukan berarti menghormati agama lain dengan mengucapkan selamat hari raya natal, selamat tahun baru imlek,selamat hari raya waisak, dll. Bahkan sampai ikut merayakan meskipun tidak melakukan ritualnya.seperti yang difirmankan Allah swt. pada surat Ali-Imran ayat36:
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.”
Kesalahan memahami arti toleransi dapat mengakibatkan talbisul haqbil bathil (mencampuradukan antara hak dan bathil) yakni suatu sikap yang sangat terlarang dilakukan seorang muslim, seperti halnya nikah antar agama yang dijadikan alasan adalah toleransi padahal itu merupakan sikap sinkretisme yang dilarang oleh Islam. Sinkretisme adalah membenarkan semua agama. Sebagaimana yang telah dijelaskan diayat quran dibawah ini, Allah SWT berfirman pada surat Ali-Imran ayat 19:
“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab(kitab-kitab sebelum al-qur’an)kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.”
C. Pentingnya Toleransi Dalam Kehidupan Sehari-hari
Toleransi sangat penting dalam kehidupan sehari, karena dalam kehidupan sehari-hari tentu saja kita mempunyai tetangga keluaga dan juga rekan entah itu rekan sekolah maupun rekan kerja. Kepada merekalah kita harus bertoleransi. Dengan bertoleransi kita bias memuaskan batin orang lain karena dapat mengambil hak sebagaimana mestinya, dapat mempererat hubungan antara kita dan mereka(tetangga, keluarga, dan rekan), dapat memperluas kesempatan untuk mendapatkan rezeki karena banyak relasi.
Kita harus membiasakan diri bertoleransi agar dapat meraih keuntungan toleransi yang ada di atas. Kita harus berusaha menghormati orang lain sebagaimana kita ingin dihormati,berusaha menghargai kelebihan orang lain meskipun kita memiliki kelebihan, dan tidak selalu melihat kekurangan orang lain tanpa mengingat kekurangan kira sendiri(tidak menyadari kekurangan diri sendiri).
D. Kesimpulan
Dari Uraian yang saya sampaikan di atas, dapat kita simpulkan bahwa toleransi memang di wajibkan dalam agama islam, tetapi jika kita salah dalam memahami arti dari toleransi maka mengakibatkan talbisul haqbil bathil (tercampuraduknya haq dan bathil).Maka dari itu kita harus lebih mendalami ajaran agama islam agar kita selalu di jalan yang benar.











0 komentar:
Posting Komentar